Senin, 11 Feb 2008 02:13:27

So weird, ketika di hari2 sebelumnya kita (atau aku???, hanya aku???) begitu addicted terhadap seseorang, ternyata tiba2 aku harus menyudahi semua itu,.. yah itu semua harus aku lakukan seperti pintanya,.. untuk kebaikan kita masing2 juga,.. -setidaknya logika akal manusia kita masing2 yg mengatakan demikian- .

Seperti biasa,.. aku tidak bisa memaksanya -dan bahkan men-sugestinya (persisnya tidak ingin)- untuk melakukan hal2 diluar keyakinannya, maka yg hanya bisa kulakukan adalah memaksa dan men-sugesti diriku sendiri untuk menghilangkan addiksi itu.

Bahkan klo pun setelah ini mungkin saja aku jatuh sakit (sampai saat ini aku benar2 tdk bisa tidur -dulu, pada masa awal mengenal nya aku bahkan telah me-warning diriku sendiri untuk lebih membangun benteng yg kuat thd dirinya krn aku merasa [merasa????? gmn coba, pada masa awal2 saja sudah punya feeling] mencintainya hanya akan membuatku sakittt- krn aku hrs belajar menjauh darinya),.. aku tidak akan mengabarinya demikian, karena,.. aku tidak ingin dia tiba2 menerimaku -memilihku-, karena rasa iba nya,.. rasa kasihannya, TIDAK!!, dia HARUS menerimaku hanya dg cinta nya,.. yg tulus dan tanpa pengaruh keadaan apapun -tms rasa sakitku- dan karena itu aku harus benar2 menjaga kondisi kesehatanku,… kondisi psikologis ku, my addicted condition,.. just to let her go,.. -let it flows- keadaan sakitku justru hanya membuatnya merasa semakin complicated (ahh,.. itu kn feelingmu saja yaakkk) dan akan makin memberatkannya,.. sementara aku harus benar2 men-support-nya melewati masa2 terlepas dari ketergantungannya pada ku (ahh yayak,.. dirimu terlalu membesar-besarkn,.. sementara dia mungkin saja sebenarnya telah tidur nyenyak saat ini). Sehingga aku akan bisa mengabarinya bahwa: “aku baik2 saja disini,.. jadi demikian pun seharusnya dirimu :-) “.

Salah satu terapi yg kucoba kulakukan adalah,… men-sugesti diriku seperti keadaan sebelum bertemu dg nya -terkadang,. bahkan aku merasa aneh sendiri klo mengingat masa awal2 pertama kali aku berkenal dg nya- yah aku bisa, aku seharusnya bisa hidup tanpa nya -seperti keadaan sebelum aku bertemu dgn nya, seharusnya aku bisa baik2 saja-. Meski kutahu, keadaanku sendiri telah men-deny terapi ini -sebenarnya sudah bbrp kali aku telah mencobanya sebelum ini- krn bagaimanapun, aku tidak bisa menafikkan bahwa dia tidak pernah ada di kehidupanku!! Bahwa aku sayang dia, dan setengah bagian ku masih menginginkannya!!! Tapi aku harus kuat, aku harus berjuang!!! krn hal ini,.. adalah yg terbaik untuknya,.

Yang kutahu, aku percaya,.. klo sudah jodoh,… maka ga akan kemana-mana ;-)